Bagaimana Cara Memberikan Pendidikan Seks pada Anak?

bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak

“Ayah, ini artinya apa?”, anakku bertanya sambil menunjukkan jempolnya yang diapit jari telunjuk dan jari tengah.

Aduh, aku mati gaya dan bingung mau jawab apa.

Bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak?

Orangtua bijak Indonesia, jika Anda tidak mengajarkan pendidikan seks pada anak sejak dini, maka ia akan mencari tahu dari sumber lain yang belum tentu mampu memberikan pemahaman tepat.

Sebagai orangtua, apakah Anda malu atau merasa tabu untuk membicarakan seks dengan anak-anak?

Hal ini dikarenakan Anda dan pasangan memandang seks sebagai hubungan antara pria dan wanita saja.

Padahal, pendidikan seks bisa Anda lakukan dengan menggunakan pendekatan ilmu sains.

Dengan begitu, anak-anak akan mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang seks dan bisa menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan di masa depan.

Seks tidak hanya membahas tentang nama alat-alat kelamin.

Seks tidak hanya berkutat pada berbagai macam posisi dalam berhubungan kelamin.

Pendidikan seks untuk anak berusaha menempatkan seks dalam pandangan yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. Bahwa seks itu kebutuhan alamiah dan wajar dari setiap orang.

Anda juga bisa mengajarkan kepada anak-anak tentang perilaku seks beresiko sehingga mereka bisa menghindarinya.

Selain itu, ada beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan mengenalkan anak kepada seks.

Berikut penjelasannya.

1. Mendukung Perkembangan Fisik dan Mental Anak

Perkembangan fisik anak berkaitan erat dengan masalah seks. Anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, perubahan suara, tumbuhnya jakun dan bulu halus di tubuhnya.

Anak perempuan akan mengalami pre menstruation syndrome, menstruasi dan membesarnya payudara yang berdampak pada kestabilan emosinya.

Melalui pendidikan seks, Anda bisa menjelaskan apa yang terjadi terhadap kondisi fisik mereka.

Seorang anak yang tidak mendapat bimbingan dari orangtuanya, akan berusaha mencari tahu sendiri tentang kondisi fisik yang mereka alami.

Sumber yang tidak jelas dan tidak akurat bisa menjerumuskan anak pada pemahaman yang salah.

Perubahan fisik yang terjadi akan mempengaruhi mental anak-anak sehubungan dengan peran dan tanggung jawab yang mengalami penyesuaian.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan pendampingan dari orangtua melalui pendidikan seks.

Hal itu jelas akan mengurangi ketakutan dan kecemasan mereka.

2. Melengkapi Pemahaman Anak tentang Seks

Kenalkan anak pada materi anatomi tubuh secara detil, mulai dari nama hingga fungsinya.

Dengan mengajarkan anak tentang seks sejak dini, ia tidak akan kagok atau merespon berlebihan terhadap pelajaran biologi di sekolah.

Justru, pendidikan yang Anda berikan akan melengkapi pemahaman mereka.

3. Menghindarkan Anak dari Kekerasan Seksual

Setelah memperkenalkan anak pada anatomi tubuh, Anda pun patut mengajarkan kepada mereka tentang bagian tubuh mana yang tergolong privacy, tidak boleh ditunjukkan dan disentuh oleh orang lain.

Kenalkan anak pada rasa malu dengan tujuan menghargai diri sendiri.

Misalnya, mengganti pakaian haruslah di tempat tertutup.

Dengan memberikan pemahaman seperti ini sama dengan Anda telah menghindarkan anak dari kekerasan seksual.

Karena kejahatan seks pada anak juga didorong oleh adanya kesempatan.

Seperti, seringnya melihat anak ganti baju di tempat terbuka.

4. Menghindarkan Anak dari Perilaku Seks Bebas

Pemahaman seks yang baik mendorong anak berperilaku sesuai adab.

Sehingga mampu menghindarkan mereka dari perilaku seks bebas.

Berikan pengetahuan tentang kesalahan, perilaku seks menyimpang dan perilaku tertentu yang beresiko.

Sehingga, di masa depan ia mampu menjaga diri dengan baik.

5. Menghindarkan Anak dari Dampak Negatif Media

Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat orangtua kelimpungan dalam menyaring informasi mana yang tepat dan bisa membawa kebaikan untuk anak-anak.

Internet menjadi media yang sangat mudah untuk mengakses berbagai berita.

Hanya sekali klik, semua bentuk informasi muncul di sana.

Tulisan yang detil, gambar yang jelas dan video dalam mode High Definition membuat anak-anak selalu ingin kembali menginjakkan pikiran dan perasaannya.

Namun, Anda tidak bisa menyalahkan media tersebut.

Karena sekalipun Anda memaki, Anda tetap tidak bisa menutup segala akses tv dan internet.

Anda hanya bisa waspada dan memberikan pemahaman yang baik tentang seks kepada anak.

6. Anak-anak Menjadi Lebih Terbuka

Salah satu manfaat memberikan pendidikan seks kepada anak adalah menjadi lebih akrab dengan mereka.

Karena melalui diskusi, tanya jawab dengan anak, menanyakan seputar kegiatan sehari-hari serta menjelaskan perkembangan fisiknya akan menumbuhkan rasa percaya anak kepada orangtuanya.

Anak-anak akan merasa mendapatkan dukungan dan perhatian dari orangtua.

Kebiasaan berdiskusi dan berbincang akan membuat anak lebih terbuka kepada orangtuanya.

7. Membantu Anak Mewujudkan Keluarga Ideal di Masa Depan

Apakah tidak terlalu jauh mengaitkan pendidikan seks anak dengan keluarga ideal di masa depan?

Menurut kami tidak. Karena keluarga yang ideal, bahagia dan berkualitas berawal dari kematangan individual.

Pendidikan seks adalah upaya untuk menyalurkan pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan dasar moral, etika serta komitmen agama agar tidak terjadi penyalahgunaan organ reproduksi tersebut.

Jadi, pendidikan seks adalah dasar dari mewujudkan keluarga ideal di masa depan.

Ketika Anda dihadapkan pada pertanyaan seperti di awal tulisan ini, apa yang akan Anda katakan kepada anak?

Orangtua yang tidak memiliki persiapan atau tidak berencana mengenalkan anak pada seks mungkin akan kaget dan bingung dalam menjawabnya.

Orangtua bijak Indonesia . .

jangan panik terhadap pertanyaan anak seputar seks.

Karena kepanikan akan mendorong Anda untuk menutupi dan mengalihkan pertanyaan anak terhadap hal lain.

Sikap ini justru akan membuat anak bingung dan penasaran.

bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak

Kalau sudah penasaran, ia akan mengulangi pertanyaan yang sama kepada orang lain atau mencari tahu sendiri melalui internet.

Jika ia tidak bertemu dengan sumber yang tepat, maka anak bisa terjebak dalam pemahaman yang salah.

Selanjutnya, mari kita bahas bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak.

Cara Memberikan Pendidikan Seks pada Anak

1. Mengajarkan Nama-nama Organ Tubuh dan Fungsinya

Pada usia balita, Anda bisa mengenalkan anak pada organ tubuhnya yang terlihat beserta fungsinya.

Anda tidak perlu takut untuk menyebut nama asli dari organ seks, seperti penis atau vagina.

Hal ini justru akan membantu anak mendapatkan pemahaman yang lengkap dan benar.

Lakukanlah penjelasan ini menggunakan pendekatan sains serta gunakan bahasa sederhana sesuai dengan cara berpikir anak.

2. Menanamkan Rasa Malu

Tips kedua dalam bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak adalah menanamkan rasa malu.

Rasulullah SAW. bersabda. . 

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Pemalu, Maha Menutupi, Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan. Apabila salah seorang dari kalian mandi, maka hendaklah dia menutup diri.

Setelah Anda memperkenalkan nama-nama organ tubuh beserta fungsinya, jelaskan pada anak bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh atau dilihat orang lain.

Ajarkan juga pada anak tentang menghargai tubuh sendiri misalnya, dengan berganti baju di ruangan tertutup dan memberitahu anak bahwa tidak ada yang boleh menyentuh organ tubuhnya selain diri sendiri atau orangtua.

3. Belajar dari Lingkungan

Jawaban untuk pertanyaan, bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak selanjutnya adalah menunjukkan contoh nyata.

Bisa melalui lingkungan rumah, tetangga, sekolah atau memanfaatkan tayangan tv dan berita di internet akan memudahkan anak untuk mendapatkan pemahaman sempurna.

Anak-anak belum memiliki kemampuan berpikir yang baik, sehingga mereka akan kebingungan dalam menerima penjelasan Anda melalui kata-kata.

Apalagi jika penjelasan tersebut masih asing bagi mereka.

Jadi, manfaatkanlah lingkungan, buku, majalah atau media elektronik yang memberikan contoh nyata.

Misalnya, ketika ia melihat seorang wanita hamil dimana perutnya terlihat membesar dan berbeda dari bentuk tubuh manusia lainnya.

Di sini, Anda bisa menunjukkan contoh nyata seputar pendidikan seks misalnya dengan berkata.

“Ibu itu lagi hamil dik. Di dalam perutnya ada adik kecil yang lagi tidur.”

Jika anak merespon, tanggapilah secara sederhana sesuai dengan usia mereka.

Sehingga, anak-anak mampu menangkap ilmu dengan mudah.

Anda juga bisa memanfaatkan berita hangat dari tv atau internet tentang kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak.

Melalui berita itu, Anda bisa mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya menjaga dan menyelamatkan diri.

4. Mengajak Anak Berdiskusi

Baik ayah maupun ibu berperan penting dalam proses pengasuhan.

Khususnya dalam bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak.

Anda memang tidak bisa setiap saat mengecek tasnya atau melihat history internet pada smartphonenya, tapi Anda bisa mengajaknya berdiskusi untuk menumbuhkan pribadi terbuka.

Anak-anak yang sering diajak berdiskusi, akan lebih mudah membuka topik obrolan dengan orangtua.

Bukan tidak mungkin, anak akan bercerita dengan sendirinya sepulang sekolah untuk mengabarkan pada orangtua tentang apa yang dialami seharian ini.

Salah satu penyebab seks bebas yang dijalani oleh anak-anak adalah kurangnya perhatian dari orangtua.

Kemudian, anak-anak mencari pelarian ke tempat-tempat yang menurut mereka mampu mengisi kekosongan yang dicari selama ini.

Keterbukaan anak akan meningkatkan keakraban, menimbulkan rasa dihargai, rasa disayangi dan diperhatikan oleh orangtua.

Sehingga, secara tidak langsung akan menghindarkan anak dari perilaku seks menyimpang.


Bagaimana cara memberikan pendidikan seks pada anak sudah kami bahas.

Selanjutnya, kita akan membahas waktu yang tepat untuk memberikan pendidikan seks pada anak.