Bagaimana Cara Mendidik Anak Supaya Mandiri dan Tidak Manja?

bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja

Saya nggak mau bikin anak saya susah. Saya dan ayahnya kerja banting tulang untuk bahagiain dia supaya semua kebutuhan dan keinginannya terwujud. Nggak kaya saya dulu, kalau ingin sesuatu harus usaha dulu.

Sekarang, saya ingin anak saya hidup nyaman, enak dan nggak susah.

Begitulah curhat seorang ibu yang datang ke kantor kami bersama dengan anak lelakinya yang begitu manis. Tujuannya berkonsultasi adalah untuk mengubah sifat anaknya yang tergolong manja, keras kepala dan tidak bisa mandiri.

Sedikit sedikit mama. Sedikit sedikit papa. Dia gampang banget menyerah dan nangis minta tolong saya atau mbaknya di rumah. Kalau ngerjain PR susah dikit langsung ditinggal. Nggak mau usaha. Mintanya ditemenin dan dituntun satu per satu sama saya.

Nggak cuma itu. Sampai sekarang sudah kelas 6 SD tingkahnya masih kaya anak TK. Makan masih minta disuapin, kalau saya minta dia belajar makan sendiri, nggak mau terus nangis. Kalau udah nangis, saya suka nggak tega.

Tiap pagi mau berangkat sekolah, dia ambil sepatu terus berdiri depan mbaknya suruh bantuin. Pakai tali sepatu pun nggak bisa sendiri. Bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja? Saya takut kalau keterusan, ntar dia nggak bisa mandiri. Masa depannya gimana?

Semua Orangtua Tak Ingin Anaknya Susah

Berdasarkan curhatan di atas, kami mengambil kesimpulan bahwa semua orangtua tidak ingin melihat anaknya susah. Semua orangtua selalu ingin mewujudkan keinginan anaknya.

Semua orangtua ingin membahagiakan anaknya, benar begitu bukan?

Kami pun memiliki prinsip sama dengan orangtua bijak di Indonesia.

Yakni, membahagiakan anak dengan memberikan perhatian, kasih sayang dan membantunya meraih masa depan terbaik sesuai dengan potensinya.

Hanya saja, banyak diantara kita yang kurang paham terhadap prinsip ‘membahagiakan anak’ ini.

Kita menganggap ‘membahagiakan anak’ sama dengan selalu menuruti kemauannya.

Kita juga sering berusaha keras untuk menghindarkan anak dari rengekan dan tangisan.

Karena bagi kita, tangisannya adalah sakit kita.

Contoh kasus di atas, aku suka nggak tega.

Itulah yang terbersit di pikiran ketika melihat anak menangis dan meraung di lantai karena kemauannya tak dituruti.

Tidak hanya itu, ‘membahagiakan anak’ bagi kita berarti tidak pernah menyalahkan anak.

Karena takut perasaan anak terluka, Anda selalu berusaha untuk melindungi dan membela mereka.

Sekalipun Anda tahu bahwa anak bersalah kepada Anda, saudara atau teman mainnya.

Ada contoh kasus terkait orangtua yang tidak pernah menyalahkan anaknya.

Ketika di sekolah, anak ini begitu usil terhadap teman-temannya. Karena kesal, salah seorang temannya membalas dengan menggembosi ban sepeda si anak.

Bisa menebak apa yang terjadi?

Si anak menangis dan mengadu kepada orangtuanya.

Orangtuanya yang tidak pernah mau menyalahkan anaknya serta tak mau mencari tahu latar belakang masalah, langsung mendatangi teman anaknya.

Orangtua tersebut marah-marah dan membentak teman dari anaknya yang masih duduk di kelas 5 SD.

Setelah kejadian tersebut, anak yang selalu dibela orangtuanya ini justru dijauhi teman-temannya.

Karena teman-temannya menganggap ayahnya galak dan takut kalau salah berbicara, bisa-bisa didatangi ayahnya dan dimarahi.

Anak yang tidak pernah disalahkan orangtuanya padahal ia jelas-jelas melakukan kesalahan, akan tumbuh menjadi sosok yang selalu merasa benar.

Hal ini tentu akan menyulitkannya mencapai masa depan yang baik, karena orang yang selalu merasa benar akan sulit untuk diajak kerjasama. Maunya menang sendiri.

Anak yang tidak pernah diberitahu kesalahannya, tidak akan belajar bertanggung jawab.

Setelah melakukan kesalahan, ia akan melempar kesalahan kepada orang lain lalu bersembunyi.

Karena sewaktu kecil ia terbiasa sembunyi di balik punggung orangtuanya.

Kesalahpahaman inilah yang akhirnya memunculkan pertanyaan seputar bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja

Bagaimana cara mendidik anak supaya tak cengeng dan sebagainya.

Bagaimana Cara Mendidik Anak Agar Tidak Manja

Apakah anak Anda sudah terlanjur manja dan tidak mau mandiri?

Jangan khawatir, tips yang kami bagikan cocok untuk diterapkan kepada anak yang belum mengenal konsep mandiri maupun kepada anak yang kadung manja.

Berikut kami lampirkan penyebab anak menjadi manja beserta cara mendidik mereka supaya mau mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

1. Anakku Perlu Bantuan

Tips pertama terkait bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja adalah menganggap bahwa anak mampu mengatasi masalahnya sendiri.

Alih-alih khawatir dan sedih kalau anak tidak bisa mengerjakan tugasnya sendiri, berpikirlah positif dan yakinkan diri Anda kalau . .

Anakku tidak perlu bantuan.

Pemikiran tentang anakku perlu bantuan akan mendorong Anda untuk selalu menolongnya, sekalipun masalah yang dihadapinya itu sepele.

Ketika anak mengadu sambil menangis kepada Anda karena ban sepedanya digembosi oleh teman-temannya, yang perlu Anda lakukan adalah menenangkan anak terlebih dahulu.

Jangan sampai kemarahan Anda tersulut karena tidak menerima kalau anak diusili oleh teman-temannya.

Kemarahan hanya akan membuat Anda sulit untuk berpikir jernih dan membuat keputusan tepat.

Saling usil adalah hal wajar diantara teman-teman sekolah.

Anda hanya perlu mengawasi dari kejauhan dan menghindarkan anak dari bully.

Setelah anak Anda tenang, Anda bisa bertanya tentang apa yang terjadi serta mintalah anak untuk berkata jujur.

Jika Anda menganggap masalahnya sepele, Anda tidak perlu bertemu dengan temannya untuk menegur atau memarahi.

Bantu anak untuk mengatasi masalahnya sendiri dengan memberikan motivasi dan beritahu caranya bagaimana menghadapi teman-temannya.

Sejak anak berusia 1 tahun, kami menyarankan Anda untuk mengajarkan anak tentang bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Bahwa orangtua bukanlah sosok yang akan selalu ada untuknya.

Orangtua bukanlah sosok yang akan menemaninya sampai akhir.

Akan ada saat-saat dimana anak harus menghadapi masalahnya sendiri tanpa menggantungkan orangtuanya.

2. Semuanya Boleh!

Orangtua yang membolehkan segalanya untuk anak, lagi-lagi dengan dalih ingin membahagiakan anaknya hanya akan menumbuhkan sifat manja.

Anak yang terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan seketika tidak akan belajar tentang proses dan kesabaran.

Hal ini sangat berbahaya bagi masa depannya.

Ia akan tumbuh menjadi dewasa yang tidak sabaran, ingin cepat mendapatkan hasil dan tidak peduli dengan proses.

Bahkan, jika ia mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, anak tipe ini akan mudah frustasi.

Orangtua bijak Indonesia . .

terkait bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja, hindarilah untuk membolehkan segalanya.

Anda harus mengajari anak tentang prioritas kebutuhan.

Kebutuhan mana yang harus didahulukan dan keinginan apa yang perlu didiskusikan dulu.

Ajarkan pada anak bahwa untuk mewujudkan keinginan itu harus ada usahanya.

3. Lakukan Sepuasmu dan Sesukamu, Nak

Tidak memberikan batasan dan tidak mengajarkan etika kepada anak adalah salah satu penyebab seorang anak menjadi manja.

Lakukan sepuasmu dan sesukamu, nak!

Anda tidak memberikan tuntutan dan batasan apapun kepada anak.

Selama anak senang, Anda tidak peduli terhadap batasan ataupun etika.

Dampak dari pola asuh semacam ini adalah anak menjadi agresif.

Karena terlalu dibebaskan, ia akan kesulitan mengontrol dirinya.

Sejak kecil, ia tak mengenal aturan dan batasan, maka ketika dewasa ia bisa saja tumbuh menjadi pelanggar peraturan dan norma.

Baca juga, Cara Mengajari Anak Makan Sendiri dengan Lahap.


Orangtua bijak Indonesia . .

kami paham bahwa Anda begitu menyayangi anak-anak.

Tapi, rasa sayang yang berlebihan hingga membuat Anda merasa khawatir jika anak mengatasi masalah sendiri atau merasa kasihan jika anak diberi batasan, hanya akan melemahkan stimulasi alamiahnya.

Karena semuanya serba dilayani dan selalu mendapatkan pengalaman menyenangkan yang mudah sejak kecil, akan membentuk anak menjadi pribadi pencemas.

Ia akan sering ragu, merasa tak berdaya dan merasa gagal setiap menghadapi masalah.

Jadi . . 

kesimpulan yang bisa diambil terkait bagaimana cara mendidik anak agar tidak manja adalah percaya pada kemampuan anak kita sendiri.

Serta menunjukkan padanya batasan atau etika yang harus dipatuhi.