Bagaimana Cara Melatih Anak Menabung Sejak Dini dan Apa Manfaatnya?

 cara melatih anak menabung

Cara Melatih Anak Menabung – Hemat pangkal kaya adalah ungkapan yang sering kita teriakkan kepada anak-anak.

Namun, apakah itu akan berfungsi apabila Anda tidak menunjukkan perilaku yang mencerminkan hal tersebut di hadapan mereka?

Jawabannya adalah sia-sia saja.

Karena perilaku memiliki pengaruh yang lebih dahsyat dibandingkan kata-kata semata.

Oleh karena itu, perbaiki perilaku Anda dan pasangan terlebih dahulu.

Kemudian, tunjukkan tentang prinsip-prinsip keuangan Anda melalui kata-kata dan perilaku,

Tiga fungsi utama dari uang adalah berbelanja, investasi dan berbagi.

Dan, investasi paling mudah yang bisa Anda ajarkan kepada anak-anak adalah menabung.

Ya, cara melatih anak menabung sejak dini akan sangat mempengaruhi sikap mereka dalam mengambil keputusan di masa depan terkait masalah finansial.

Hal ini dikarenakan sejak dini, anak-anak telah mengenal konsep menyimpan uang untuk kebutuhan mendesak dan sebagai cadangan masa depan.

Lalu, sejak kapan kita sebagai orangtua bisa mengajarkan anak menabung?

Menurut kami, Anda bisa mengajarkannya sedini mungkin.

Bahkan, saat mereka masih berusia 1 tahun.

Mereka mungkin hanya bisa mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya melalui tangisan.

Jangankan kemampuan berpikir, kemampuan mencerna apa yang Anda ungkapkan pun mereka belum mengerti.

Tapi, percayalah bahwa sejak lahir, anak-anak kita bisa merasakan kondisi yang ada disekitarnya.

Jika Anda dan pasangan bisa mulai mengajarkan kebaikan sejak dini, kenapa harus menunggu nanti?

Sebelum mengajari anak menabung, sebaiknya perkenalkan mereka terlebih dahulu kepada uang.

Mulai dari fungsinya sebagai nilai tukar, konsep keinginan dan kebutuhan serta manajemen keuangan.

Langkah detilnya bisa Anda baca di Cara Mengajari  Anak Mengelola Keuangan

Lakukan langkah-langkah tersebut secara bertahap.

Tidak perlu terburu-buru ingin membuat mereka paham dalam sekali waktu.

Pembelajaran seperti itu justru tidak efektif karena cara belajar paling asyik bagi anak adalah sedikit demi sedikit tapi berjalan konsisten.

Sebelum anak-anak menginjak usia remaja, Anda tidak perlu membuatkan rekening pribadi untuknya.

Cukup ajak mereka ke bank saat Anda dan pasangan ingin melakukan transaksi di sana.

Dalam kesempatan tersebut, pelajaran tentang keuangan dan instansinya bisa Anda jalankan.

Mulai dari pengertian bank, tugas teller atau customer service, produk-produk bank yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat hingga fungsi umum dari bank.

Selain itu, Anda juga bisa melibatkan anak secara langsung dalam bertransaksi di bank. Misalnya, ketika Anda ingin setor tunai dan harus mengisi slip setoran, kemudian memberikannya pada teller. 

Kemudahan yang bisa dimanfaatkan oleh orangtua dari bank dewasa ini, seperti gerai ATM yang mudah ditemukan, mobile banking atau internet banking memang begitu memanjakan.

Hanya dengan sekali klik di smartphone, berbagai transaksi seperti transfer, bayar pulsa/listrik, setor tunai, tarik tunai hingga berbelanja bisa dilakukan tanpa keluar rumah.

Begitu memudahkan hingga kita lupa terhadap interaksi nyata dengan manusia lainnya yang juga perlu untuk kita ajarkan kepada anak.

Jadi, sesekali ajak mereka ke bank meskipun Anda sudah menggenggam kemudahan transaksi di smartphone. 

Manfaat Menabung bagi Anak

Supaya Anda bersemangat dalam mengenalkan sistem menabung kepada anak, berikut kami jelaskan manfaat yang bisa didapatkan dari menabung bagi anak-anak.

  • Belajar Hidup Hemat

Perilaku membelanjakan uang secara berlebihan tanpa melihat sisi kebutuhan dan manfaat menjadikan kita sebagai pribadi yang boros.

Jika sikap ini tertanam sejak kecil, maka ketika dewasa nanti akan sulit mengontrol diri dalam berbelanja.

Apabila tidak diimbangi dengan investasi yang baik, seperti menabung, kita akan cenderung lupa terhadap kebutuhan masa depan yang lebih penting.

Jadi, melatih anak menabung sejak dini akan mengajari mereka tentang baiknya hidup secara hemat.

  • Merencanakan Masa Depan

Orangtua pasti berharap yang terbaik bagi anak-anaknya.

Namun . .

tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi pada anak-anak di masa depan.

Anda bisa jelaskan kepada anak-anak bahwa di masa depan ada ‘kemungkinan’ yang tidak bisa diprediksi.

Misalnya, kecelakaan, jatuh sakit atau kebutuhan mendesak lainnya.

Untuk itu, menabung adalah cara terbaik guna menjaga diri dari kemungkinan yang tidak diinginkan.

Jelaskan juga pada mereka, menabung bisa membantu mewujudkan keinginan kita.

Sebagai contoh, untuk biaya pernikahan atau liburan.

Bagi anak-anak, Anda bisa membantu mereka merencanakan masa depan keuangan.

Cara sederhana yang bisa Anda ajarkan adalah apabila mereka ingin membeli mainan atau makanan tertentu namun uang sakunya belum mencukupi.

  • Belajar Mengatur Keuangan

Setelah menginjak usia 5 tahun, berikan uang saku secukupnya untuk anak-anak.

Tantang mereka untuk menyisihkan tiap hari atau tiap bulan.

Dan, dengan tabungan itu mereka bebas memanfaatkannya untuk membeli mainan/makanan yang diinginkan.

Apabila mereka bisa melakukannya, berilah reward berupa pujian atau hal lain yang senilai atas usahanya.

  • Mengajarkan Kedisiplinan

Menabung bukanlah hal yang mudah bagi mereka yang tidak terbiasa.

Banyak orang dewasa yang tangannya mudah gatal dan tertarik untuk mengambil beberapa lembar rupiah tabungannya.

Oleh karena itu, biasakan anak menabung sejak dini.

Karena dari situ, mereka belajar tentang konsistensi dan kesabaran yang berbuah pada sikap disiplin nan bermanfaat bagi masa depannya.

Cara Melatih Anak Menabung

Apa yang bisa kita lakukan dalam mengenalkan anak pada tabungan dan membuat mereka rajin menabung?

Silahkan perhatikan cara berikut dan terapkan untuk anak-anak Anda.

1. Uang Saku untuk Jangka Waktu Tertentu

Memberikan uang saku per minggu atau per bulan membuat anak-anak belajar untuk menghargai nilai uang.

Katakan pada mereka, uang itu bebas dibelanjakan makanan atau mainan yang diinginkan serta tegaskan bahwa Anda tidak akan memberikan uang lebih.

Jadi, pastikan jatah itu cukup selama satu minggu/satu bulan.

2. Membeli Sesuatu yang Diinginkan dengan Uang Sendiri

Hal ini sama dengan melatih anak untuk mengelola uang dengan baik.

Apabila uang saku mereka tidak cukup untuk membeli sesuatu yang diinginkan, di sini Anda bisa mulai mengajarkan sistem menabung.

Ajak mereka untuk menyisihkan uang saku tiap harinya.

Supaya saran Anda berhasil diterapkan oleh anak-anak, Anda bisa memberikan sumbangan sebesar 50%.

Artinya, Anda dan anak masing-masing akan membayar setengah untuk barang yang diinginkan.

3. Belajar Merencanakan Tujuan

Hal ini perlu Anda ajarkan kepada mereka yang sudah remaja.

Karena di usia ini, keinginan mereka lebih dari sekedar mainan atau makanan ringan yang mudah dibeli.

Nah, cara melatih anak menabung selanjutnya adalah mengajak mereka membuka rekening pribadi.

Dari sini, Anda bisa membantu mereka mengelola keuangan untuk dimanfaatkan dalam berbelanja atau tujuan jangka panjang, seperti kuliah dan liburan.

Tidak perlu takut kalau anak akan menggunakan fasilitas seenaknya sendiri hingga mengabaikan kepercayaan yang Anda berikan.

Karena rekening pribadi untuk anak-anak sudah dilengkapi dengan notifikasi untuk orangtua.

Jadi, setiap saat Anda bisa mengecek aktivitas transaksi mereka.

Sekian tips dari kami terkait cara melatih anak menabung. Semoga bermanfaat!