Bagaimana Mengajari Anak Mengelola Uang dan Apa Manfaatnya?

cara mengajari anak tentang uang

Cara Mengajari Anak tentang Uang – Banyak orangtua yang tidak pernah menyentuh materi uang untuk diajarkan kepada anak-anak.

Entah itu tentang konsep kebutuhan dan keinginan, pengelolaan uang hingga konsep bekerja bahwa kita perlu melakukan usaha sebesar X untuk menghasilkan nilai sebesar Y.

Pengelolaan keuangan menjadi materi yang amat penting bagi masa depan anak.

Karena dari dukungan orangtua melalui pembelajaran tersebut, Anda menanamkan pandangan bahwa hidup tak hanya untuk hari ini saja.

Masih ada hari esok yang juga membutuhkan pengeluaran.

Sehingga, bijaksana dalam mengatur uang perlu diajarkan sejak dini agar masa depannya terhindar dari kesulitan finansial.

Itulah manfaat jangka panjang dalam mengajarkan anak tentang pengelolaan keuangan.

Nah, berikut kami lampirkan beberapa manfaatnya lainnya secara lebih detil.

  • Mengenal Konsep Kebutuhan & Keinginan

Anak-anak sering menangis dan tak jarang menjadi tantrum saat keinginannya tidak dipenuhi oleh orangtua.

Biasanya hal ini terjadi ketika orangtua mengajak anak keluar, misalnya ke mall untuk belanja bulanan.

Ketika melihat mainan, makanan ringan atau benda lain yang menarik hatinya, anak-anak jadi keras kepala dan tak mengindahkan berbagai bujukan orangtua agar tak membeli keinginannya tersebut.

Mereka akan mogok di jalan, tak mau diajak pulang dan tak mau berhenti merengek hingga keinginannya dipenuhi.

Karena kita kesal dan malu, kita putuskan untuk memenuhi kemauannya.

Padahal, kita tahu bahwa makanan ringan yang diinginkan tak baik untuk kesehatannya, minggu kemarin sudah beli mainan atau benda yang menarik hatinya itu tak begitu dibutuhkan.

Namun, apabila Anda mengajarkan mereka tentang konsep pengelolaan keuangan, anak-anak tidak akan menangis secara berlebihan.

Mereka akan berusaha bernegosiasi dengan orangtuanya mengenai waktu yang tepat untuk mendapatkan benda yang diinginkan.

  • Menghindarkan Anak dari Perilaku Konsumtif

Dewasa ini perilaku konsumtif seolah menjadi hal yang lumrah.

Orang-orang cenderung memenuhi keinginannya tanpa batas, padahal benda atau jasa tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

Perilaku ini muncul karena beberapa sebab, diantaranya, ingin memanjakan diri, memenuhi ekspektasi orang lain agar tidak dianggap out of date, menunjukkan status sosial dan yang lebih parah lagi adalah karena mereka tak memiliki prinsip finansial jangka panjang.

Jika tidak diimbangi dengan investasi yang baik, efek buruk dari memenuhi keinginan tanpa mengimbangnya dari sisi kebutuhan dan manfaat adalah pendapatan akan cenderung rendah.

Sehingga, orang-orang yang terbiasa konsumtif akan melupakan kebutuhan di masa datang yang justru lebih penting.

Alhasil, kemampuan finansial mereka pun akan terganggu.

Jika sudah tak mampu menutupi kebutuhan, biasanya mereka mengandalkan dana pinjaman dimana dana pinjaman ini akan berbunga dan terus menggerogoti kapasitas finansial.

Jadi, manfaat cara mengajari anak tentang uang adalah menjauhkan anak dari perilaku konsumtif yang membahayakan kemampuan finansialnya di masa depan.

Karena sejak dini, anak-anak akan belajar bagaimana memanfaatkan uang dengan tepat sehingga kebutuhan utama terpenuhi terlebih dahulu.

Sedangkan, keinginan itu hanya bersifat sebagai pemuas setelah kebutuhan terpenuhi dengan baik.

  • Menghargai Nilai Uang

Untuk bisa mendapatkan nilai sebesar Y, maka kita harus melakukan usaha sebesar X.

Bahwa untuk bisa menikmati sesuatu, kita perlu melakukan usaha terlebih dahulu.

Uang tidak turun begitu saja dari langit.

Uang tidak datang begitu saja, saat kita duduk manis di dalam rumah tanpa melakukan pergerakan apapun.

Inilah salah satu manfaat cara mengajari anak tentang uang.

Mereka akan lebih menghargai nilai uang, ketika tahu bahwa uang tidak didapat dengan mudah.

Melainkan, membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.

  • Memahami 3 Fungsi Utama Uang

3 fungsi utama uang yang perlu diketahui oleh anak-anak adalah berbelanja, menabung dan berbagi.

Dengan melatih pengelolaan uang, anak-anak akan belajar ketiga fungsi uang sekaligus.

Bagaimana mengelola uang dengan tepat, sehingga manfaatnya tidak sekedar mampu membeli sesuatu, tapi juga berfungsi untuk simpanan masa depan dan berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.

Apabila anak mengenal 3 fungsi utama uang sejak dini, maka mereka mampu mengambil keputusan tepat terkait masalah finansial ketika dewasa nanti.

Cara Mengajari Anak tentang Uang

Bagaimana orangtua bijak Indonesia, bukankah mengenalkan anak pada uang dan mengajarkan mereka tentang menajemen keuangan itu sangat baik?

Jika Anda setuju, silahkan lanjutkan membaca.

Karena di bagian ini, kami akan mengajarkan kepada Anda langkah demi langkah supaya anak Anda bisa mendapatkan semua manfaat di atas.

1. Mengenalkan Uang Melalui Permainan

Salah satu permainan tentang uang yang cukup terkenal adalah monopoli.

Disana, Anda bisa mengenalkan fungsi uang kepada anak-anak, khususnya dalam berbelanja dan berinvestasi.

Serta mengajarkan anak tentang prioritas dalam berbelanja.

Permainan monopoli akan lebih memberi arti apabila Anda dan anak-anak menggunakan uang mainan dalam format rupiah.

Sehingga, anak akan benar-benar mengenal pecahan mata uangnya sendiri.

Sayangnya, tidak banyak permainan monopoli yang mana uang mainannya dalam format rupiah.

Tak jadi masalah, ini hanya di tahap awal.

Selanjutnya, Anda bisa menerapkan langkah kedua berikut.

2. Mengenalkan Uang Melalui Kegiatan Belanja

Sebelum berangkat berbelanja, ajak anak-anak untuk membuat daftar belanjaan.

Kemudian, tunjukkan pada mereka berapa budget yang Anda miliki dan tekankan bahwa kita akan berbelanja sesuai dengan budget serta catatan belanjaan.

Setelah di department store atau minimarket, mintalah bantuan kepada anak-anak untuk mencari daftar belanjaan.

Tidak perlu takut atau ragu meskipun mereka masih kecil.

Justru dengan memberikan kepercayaan kepada anak-anak, mereka akan bersemangat dalam menjalankan tugas dari kita.

Ketika anak meminta barang yang diinginkan, ingatkan kepada komitmen sebelum berangkat belanja.

Bahwa kita hanya membeli barang sesuai dengan daftar belanjaan.

Selanjutnya, ajari mereka bagaimana caranya melakukan transaksi di kasir.

Ingat . .

materi pelajaran akan lebih mudah diserap oleh anak-anak ketika mereka terlibat langsung.

Jadi, mintalah mereka untuk memberikan uang kepada kasir dan menanti uang kembaliannya.

Sesampainya di rumah, jangan lupa untuk mendiskusikan apa yang telah kalian lakukan di pusat perbelanjaan tadi.

Serta melakukan pengecekan dan menghitung total belanjaan bersama.

3. Memberikan Uang Saku Secukupnya

Cara mengajari anak tentang uang yang ketiga adalah jangan terlalu memanjakan mereka dengan uang.

Orangtua di Indonesia sudah terbiasa memberikan uang saku kepada anak-anak saat mulai masuk sekolah.

Namun, Anda bisa mulai memberikan uang saku kepada anak mulai usia 5 tahun.

Akan lebih baik lagi apabila Anda memberikan uang saku untuk jangka waktu tertentu, misalnya seminggu atau sebulan.

Dengan tujuan mereka akan belajar tentang mengelola uang.

Selanjutnya, jelaskan kepada anak-anak bahwa mereka bisa membelanjakan uang itu untuk makanan atau barang yang diinginkan.

4. Membeli Sesuatu yang Diinginkan dengan Uang Sendiri

Apabila uang saku mereka kurang untuk membeli barang yang diinginkan, maka Anda bisa meminta anak untuk menunggu hingga uang sakunya terkumpul.

Tapi, anak-anak bukanlah makhluk yang pandai bersabar.

Sebagian besar anak-anak tidak bisa menunggu lama untuk sesuatu yang diinginkan.

Dalam kasus seperti ini, Anda bisa menggunakan alternatif lain, misalnya meminta mereka mengerjakan sesuatu dengan imbalan sejumlah uang.

Disini, Anda bisa mengajarkan anak-anak tentang konsep bekerja.

Bahwa uang tidak didapat dengan cara diam dan berpangku tangan.

Melainkan, harus ada upaya tertentu.

Sebagai contoh, Anda bisa meminta anak untuk membersihkan kamar tidur pribadinya, menyapu ruang tamu atau kegiatan lain yang bermanfaat.

Untuk setiap kegiatan, Anda bisa memberikan imbalan sebesar nilai tertentu sesuai dengan kebutuhan.

5. Mengajak Anak ke Bank untuk Menabung

Untuk anak usia dini, menurut kami mereka belum perlu dibuatkan rekening pribadi di bank.

Namun, Anda tetap disarankan untuk mengenalkan mereka pada instansi keuangan ini.

Apa pengertian dari bank, fungsinya, produk-produk di bank dan siapa saja yang membutuhkan bank.

Bagi Anda yang memiliki rekening di bank, tidak ada salahnya untuk mengajak mereka masuk guna merasakan atmosfer bank dan mengajarkan bagaimana caranya menyisihkan uang saku untuk masa depan.

Baca juga, Cara Melatih Anak Menabung Sejak Dini dan Manfaatnya

Salah satu fungsi utama uang adalah investasi.

Dan, menabung adalah salah satu bentuk investasi paling mudah yang bisa Anda ajarkan kepada anak-anak.

Jelaskan pada mereka bahwa menabung itu bermanfaat bagi masa depan dan digunakan untuk tujuan jangka panjang, seperti kuliah, menikah atau untuk kebutuhan mendesak.

6. Mengajarkan Anak untuk Berbagi

Salah satu cara mengajari anak tentang uang adalah menerapkan sikap berbagi.

Anda mungkin tidak bisa memaksa anak menyisihkan uang sakunya untuk dibagi dengan orang lain yang membutuhkan.

Solusinya, Anda bisa mengajarkan anak melalui perilaku Anda.

Tiap awal bulan, setelah Anda dan pasangan menerima gaji atau menerima setoran dari hasil usaha, ajaklah anak mengunjungi saudara atau kerabat yang membutuhkan.

Tunjukkan kepada mereka bahwa tujuan kita bekerja tidak hanya untuk memenuhi isi perut sendiri.

Tapi, ada kewajiban lain yang perlu dipenuhi, yakni berbagi.