Bagaimana Cara Tepat Mengatasi Pelaku Bullying di Sekolah?

cara mengatasi pelaku bullying

Pelaku bullying cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah.

Konflik yang sengaja ia hadirkan di depan teman-temannya adalah topeng untuk menutupi ketidakpuasannya terhadap diri sendiri.

Ya . . 

anak-anak yang menjadi pelaku bully sebenarnya memiliki masalah dengan kondisi psikologisnya.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan perhatian dan penanganan khusus layaknya korban bullying.

Apabila korban bullying membutuhkan dukungan dan motivasi agar trauma kekerasan mampu hilang, maka pelaku lebih membutuhkan kasih sayang dan pengertian.

Lalu, bagaimana cara mengatasi pelaku bullying?

Istilah ‘mengatasi’ yang kami gunakan, bukan berarti anak harus ditindak keras agar jera dan tidak berani mengulangi tindakannya.

‘Mengatasi’ di sini lebih concern pada kondisi psikologis pelaku.

Sehingga, mampu mengungkap apa yang menjadi penyebab dari tindakan bully yang ia lakukan.

Ciri paling kentara dari anak pelaku bullying adalah tidak memiliki kepedulian, tenggang rasa dan empati terhadap orang lain.

Mereka cenderung cuek terhadap perasaan orang lain dan sulit mengendalikan diri saat marah.

Silahkan kunjungi Karakteristik Pelaku Bullying, jika Anda ingin membaca ciri-ciri lengkap dari anak pembully.

Dampak negatif yang bisa terjadi pada pelaku adalah . . 

gagal dalam bidang akademis, cenderung terlibat kriminalitas, tindakan anarkis dan rentan dengan godaan obat terlarang.

Mereka juga cenderung menentang orangtua, sulit diajak diskusi dan maunya menang sendiri.

Agar sikap mereka tak menjadi-jadi, orangtua perlu segera mencari solusi.

Cara Mengatasi Pelaku Bullying

Jadi, langkah apa saja yang bisa orangtua lakukan untuk menghentikan perilaku bullying anak?

Berikut detilnya untuk Anda.

#1 Bekerja sama dengan sekolah

Karena terjadi di sekolah dan melibatkan teman-teman sekelas anak, maka kerjasama sekolah dan orangtua sangat perlu.

Anda harus mendatangi sekolah anak dan meminta kesediaan waktu untuk berkonsultasi dengan wali kelas.

Selanjutnya . .

pertanyaan seperti apa yang harus orangtua ajukan?

Pertama, jelaskan kasus yang menimpa anak Anda.

Kedua, tanyakan bagaimana perilaku anak saat di kelas.

Ketiga, tanyakan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Keempat, bandingkan perilaku anak di rumah dan di sekolah.

Kelima, mintalah bantuan dari pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan agar kasus bullying tak terjadi lagi.

Keenam, mintalah pihak sekolah untuk melakukan sosialisasi pada anak terkait materi bullying.

Sosialisasi bullying harus membahas tentang pengertian, contoh-contoh tindakan bullying, dampak negatifnya bagi korban dan pelaku serta cara menghadapi bullying.

Sosialisasi ini bertujuan agar anak memahami bahwa tindakan yang tidak pantas bisa berakibat buruk bagi masa depan mereka.

Tidak hanya sosialisasi secara massal, sekolah pun bisa memasukkan materi bullying ke dalam pembelajaran di kelas.

Dijamin . .

hasilnya pasti akan positif bagi perkembangan kepribadian anak.

Sekolah tidak boleh hanya fokus pada prestasi dan nilai akademis saja.

Karena tanpa moral yang baik dan sehat, prestasi itu akan sia-sia.

Tapi . . 

Bagaimana jika sekolah tidak mau diajak bekerja sama?

Itu berarti sekolah anak tidak berkualitas.

Pengawasan anak saat di sekolah adalah tanggung jawab dari pihak sekolah.

Jika pihak sekolah angkat tangan dan cuek terhadap kasus anak Anda, sebaiknya segera pindahkan anak Anda.

Carilah lingkungan yang lebih sehat dan mendukung keberhasilan anak di sekolah secara total.

#2 Membangun komunikasi efektif dengan anak

Keluarga adalah obat terbaik untuk menyelamatkan anak dari ‘penyakit’ psikologis.

Bullying yang dilakukan anak biasanya disebabkan oleh peran orangtua yang tidak optimal dalam proses pengasuhan.

Pola asuh yang keras dan agresif membuat anak tertekan dan ingin melawan.

Inilah yang kemudian mendorong anak melampiaskan kekangan orangtua kepada teman-temannya melalui bullying.

Keluarga seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi anak untuk menceritakan pengalaman dan mengunduh perhatian.

Sayangnya, anak-anak pelaku bullying tidak menemukan hal itu di rumahnya.

Orangtua bijak Indonesia . . 

cobalah untuk mengevaluasi pola asuh yang Anda terapkan selama ini.

Temukanlah perkataan dan perilaku negatif Anda yang berakibat buruk pada kepribadian anak.

Banyak orangtua yang sulit mengontrol emosi, malas mencari latar belakang masalah anak dan cenderung menyalahkan anak.

Tanpa berdiskusi dengan anak, tapi langsung menjudge dan menyudutkan, akan membuat komunikasi Anda dan anak menjadi tak efektif.

Jadi . .

penuhi diri Anda dengan rasa syukur dan kesabaran dalam mendidik anak-anak.

Karena sabar dan syukur akan membuat Anda sadar dengan keunikan anak Anda.

Anda akan berhenti mengeluh dan menyesalkan perilaku buruk anak.

Sehingga, lebih fokus dalam mencari solusi.

Inilah kunci dari komunikasi yang efektif.

#3 Mengajarkan kepedulian dan empati

Pelaku bullying cenderung tak mau tahu dengan perasaan dan akibat buruk dari korbannya.

Jadi, cara mengatasi pelaku bullying selanjutnya adalah menanamkan kepedulian dan empati.

Misalnya, dengan memperlihatkan buruknya kondisi psikologis korban bullying.

Yang menjadi pencemas, mudah khawatir, tertekan, stres hingga akhirnya depresi.

Anda pun bisa mengajak anak menonton video dari Youtube seperti yang kami sisipkan di bawah ini.

Perasaan tertindas yang selama ini dipendam korban bullying, lama-kelamaan bisa meledak.

Ledakan perasaan itu bisa terwujud dalam bentuk tindakan negatif.

Seperti, berubah menjadi pelaku bullying, melukai diri sendiri, merusak lingkungan hingga bunuh diri.

Berikanlah bimbingan dan penjelasan secara halus.

Karena penjelasan yang kurang tepat dalam kondisi ini bisa membuat anak jatuh dalam perasaan bersalah yang berlebihan.

Akibatnya, ia akan sulit memaafkan diri sendiri.

Selain itu . .

Memelihara binatang di rumah bisa menumbuhkan sikap peduli dan empati anak.

Ajari mereka bagaimana merawat dan menyayangi binatang.

Ini akan menjadi latihan mudah bagi anak untuk memahami sikap peduli.

#4 Mengajari anak mengontrol emosi

Ciri khas pelaku bullying adalah tidak memiliki kontrol diri yang baik.

Saat marah, mereka akan melampiaskan pada siapa saja dan tak mengindahkan orang lain.

Marah, sedih atau kecewa adalah perasaan alamiah yang tidak bisa ditahan.

Jadi, Anda tidak bisa melarang mereka untuk mengungkapkan kekesalan itu.

Yang perlu Anda ajarkan adalah ‘bagaimana melampiaskan kemarahan dengan baik tanpa perlu menyakiti diri sendiri dan orang lain’.

Mulai sekarang . . 

jadilah orangtua yang peka terhadap bahasa tubuh anak.

Saat wajah anak terlihat ngambek, kesal, lelah, marah dll, mohon jangan diabaikan.

Tanyakan pada anak . .

lagi kesal ya kak?

atau . .

kok wajahnya cemberut, kakak sedih ya?

Kemudian, ajak anak untuk berbincang.

Minta ia bercerita tentang apa yang membuatnya marah, kesal, sedih atau kecewa.

Dalam kondisi ini, Anda perlu menerapkan prinsip 2 kali mendengar, 1 kali berbicara.

Saat Anda terlalu banyak mengkritik atau menasihati, anak menjadi tak nyaman untuk bercerita.

Hasilnya, ia akan diam.

Setelah Anda mengetahui penyebab anak sedih atau marah, tanyakan lagi padanya . .

 supaya nggak ngambek lagi, kakak harus ngapain?

atau . .

supaya sedihnya hilang, kakak mau apa sekarang?

Dengan cara seperti ini, anak akan merasa dimengerti dan dihargai.

Mereka pun sudah belajar ‘bagaimana cara melepaskan kekesalan’ dengan sehat.

#5 Mengontrol dan mengawasi lingkungan anak

Cara mengatasi pelaku bullying yang kelima ini berkaitan dengan lingkungan anak.

Yang termasuk lingkungan anak tidak hanya sekolah atau tempat tinggal.

Anda juga perlu melakukan pengawasan terhadap tontonan anak di internet, games atau televisi.

Orangtua seringkali abai terhadap lingkungan anak.

Kelalaian inilah yang menjadi celah bagi virus perilaku bullying untuk menyerang anak-anak kita.

Lakukan sweeping terhadap games anak di gadgetnya.

Karena dewasa ini, banyak sekali games yang menyediakan setting  kekerasan, baik fisik maupun verbal.


Orangtua bijak Indonesia . . 

kunci dari cara mengatasi pelaku bullying ada di tangan Anda sendiri.

Apabila Anda telah menerapkan 5 tips di atas, kemudian berserah pada Allah SWT, maka insyallah Dia pasti akan membantu dan menuntun kita.

Masih dalam rangkaian materi bullying, pada halaman selanjutnya, kami menyediakan contoh tindakan bullying di sekolah.