Bagaimana Mengenali Ciri-ciri Anak Terkena Bullying?

ciri-ciri anak terkena bullying

Ciri-ciri anak terkena bullying makin banyak ditanyakan oleh orangtua.

Ini mengindikasikan, bullying bukan lagi masalah sepele. Melainkan, kasus yang perlu diwaspadai orangtua karena bisa mempengaruhi psikologis anak.

Misalnya, anak ingin bolos dan malas berangkat sekolah karena merasa terganggu.

Apabila orangtua tak memahami dan tetap memaksa masuk sekolah, anak bisa depresi. Selain itu, bullying pun bisa merusak harga diri anak saat ia dewasa nanti.

Pada Maret 2017, warga Tiongkok dikejutkan dengan foto selfie yang diunggah oleh beberapa siswi SMA dimana salah seorang diantaranya terlihat bugil.

Setelah diusut oleh kepolisian setempat ternyata mereka adalah siswi Siyuan Middle School di Yongxin, Tiongkok.

Gadis yang terlihat bugil dalam foto tersebut adalah Huang, sang ketua kelas.

Karena dianggap tak memiliki kemampuan untuk mengatur kelas, teman-temannya mengundang ia ke atap sekolah untuk memberikan pelajaran, berupa penganiayaan dan foto selfie dengan gaya topless.

Orangtua bijak Indonesia . .

informasi semacam ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita.

Bahwa setiap lingkungan dimana anak bergabung perlu diperhatikan kebersihannya.

Seorang anak yang tak mendapat dukungan dari orangtua, bisa depresi berat hingga bunuh diri setelah mengalami bullying seperti kasus Huang di Tiongkok.

Oleh sebab itu, sebagai orang terdekatnya Anda perlu memerhatikan perilaku dan menanyakan kabar anak setiap pulang sekolah.

“Bagaimana kak sekolahnya hari ini? Senang-senang sama bu guru dan teman-teman ya?”

“Wah anak Ibu sudah pulang. Tadi pas istirahat ngapain aja?”

“Sayang, kok mukanya kelihatan jengkel gitu. Kenapa sekolahnya?”

Dan, pertanyaan lain yang sesuai dengan kondisi anak saat itu.

Apabila anak mau menjawab, maka bersyukurlah.

Karena tidak semua anak mau jujur saat dibully oleh temannya.

Selanjutnya, Anda bisa mengambil langkah untuk berdiskusi dengan pasangan dan guru pembimbing anak terkait kasus bully yang dialami oleh anak.

Tapi, bagaimana jika anak tak menjawab? Silahkan identifikasi perilaku anak Anda.

Ciri-ciri Anak Terkena Bullying

1. Anak Terlihat Malas Berangkat Sekolah atau Tiba-tiba Mogok Sekolah

Ada beberapa alasan kenapa anak tiba-tiba mogok sekolah.

Bisa jadi anak sedang tak enak badan, tidak cocok dengan Bapak atau Ibu guru atau sulit menerima pelajaran.

Jangan terburu-buru mengklaim anak terkena bully di sekolah, sebelum mengonfirmasi anak Anda atau gurunya secara langsung.

Jadi, penting sekali untuk bekerja sama dengan pihak sekolah guna mengantisipati kasus bullying.

2. Menempuh Rute Berbeda dari Biasanya

Apabila anak menempuh rute seperti biasa, muncul kekhawatiran teman-teman yang membully akan membuntuti dari belakang.

Sehingga, anak Anda berusaha mencari jalan lain untuk pulang ke rumah.

3. Performa Belajar Anak Menurun

Perhatikan tingkah laku anak saat Anda menemaninya belajar.

Jika ia terlihat lesu, sulit berkonsentrasi dan nilai-nilainya cenderung menurun, maka Anda patut curiga.

Memang tidak selalu berbuntut pada kasus bully.

Bisa jadi anak mengalami kesulitan memahami materi baru.

Jadi, orangtua harus pintar menciptakan kenyamanan untuk anak agar mau bercerita.

Hindari terlalu sering memberi nasihat, perintah dan mengomel. Kebiasaan ini membuat anak tak nyaman berbicara dengan Anda.

Jadi, perbanyaklah mendengar daripada berbicara.

4. Sering Terlihat Menyendiri

Ciri-ciri anak terkena bullying selanjutnya adalah sikap anak yang menutup diri.

Selalu ingin sendiri, menghindar dari teman-teman di sekolah bahkan keluarga.

Apabila Anda mendapati anak menangis sendiri di kamar, kemungkinan besar ia mengalami bullying.

5. Merasa Lapar Sepulang Sekolah

Inilah salah satu bentuk bullying yang paling sering terjadi, yakni pemalakan.

Saat sepulang sekolah anak kelaparan dan ingin segera makan, padahal Anda sudah memberikan uang saku yang cukup, maka tanyakan tentang uang sakunya.

“Adik sudah lapar ya. Tadi di sekolah uangnya dipakai jajan apa?”

Hindari untuk langsung memarahi teman anak yang melakukan pemalakan.

Hal ini justru memperburuk hubungan anak dengan temannya. di sekolah.

Dampak buruknya, anak akan diasingkan oleh teman-temannya. Lebih baik, Anda berdiskusi dengan guru sekolah atau orangtua dari teman anak Anda.

6. Anak Suka Mencuri Uang Orangtua

Masih berkaitan dengan ciri kelima, jika anak mengalami pemalakan, maka uang sakunya cenderung habis.

Padahal anak juga butuh jajan saat jam istirahat.

Atau bisa jadi ia kembali dipalak dengan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.

Agar tak semakin dianiaya, maka anak mencuri uang orangtuanya.

7. Terburu-buru Buang Air Kecil/Besar Sepulang Sekolah

Ciri-ciri anak terkena bullying selanjutnya adalah tergesa-gesa ingin ke kamar mandi. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Seperti yang sering Anda lihat di sinetron atau film/film bertema sekolah, kamar mandi menjadi lokasi favorit untuk membully.

Selain itu, keadaan yang sepi membuat anak bergidik jika harus pergi ke kamar mandi.

Ia membayangkan jika tiba-tiba dicegat oleh teman-temannya.

8. Anak Menjadi Emosional

Saat di rumah anak menjadi emosional.

Terlihat lesu, sedih, menjadi pendiam dan tak antusias serta mudah tersinggung meski karena masalah sepele.

9. Menunjukkan Tingkah Laku Berbeda dari Biasanya

Mengatakan kata-kata kasar, bersikap tak sopan pada orangtua dan anggota keluarga lainnya padahal sebelumnya anak tak pernah melakukan hal tersebut.

10. Merendahkan Teman-teman Sebayanya

Karena anak sering diabaikan, diasingkan dan diejek teman-temannya, maka ia cenderung meremehkan hubungan pertemanan.

Saat Anda mengajak anak berdiskusi tentang teman sekolah dan ia terkesan menjelek-jelekkan mereka, Anda patut waspada.

Ada indikasi ia sering disakiti di sekolah, sehingga sulit untuk menghargai prestasi teman-temannya.

11. Tidak Pernah Menceritakan Aktivitas Sekolah

Saat orangtua terbiasa menanyakan kabar anak sepulang sekolah, namun anak suka menolak bahkan tak mau bercerita, segera cross check dengan pihak sekolah.

Tentu saja, anak malas bercerita karena tak ada kisah membanggakan yang bisa dibagi dengan orangtuanya.

12. Penampilan Lusuh Sepulang Sekolah

Anak-anak memang suka bermain dan mengeksplorasi sesuatu tanpa mengindahkan seragam bersih nan rapi.

Sehingga, jangan tergesa-gesa mengklaim anak kena bully saat Anda melihat ia lusuh sepulang sekolah.

Namun, saat itu terjadi hindari untuk bertingkah seperti paparazi dengan melontarkan pertanyaan menyudutkan.

Dekati anak Anda, berikan pelukan dan tenangkan terlebih dahulu. Intinya, ciptakan kenyamanan terlebih dahulu guna memancing anak untuk bercerita secara terbuka.

13. Mengalami Luka Fisik

Ciri-ciri anak terkena bullying selanjutnya adalah luka fisik yang tidak sesuai dengan perkataannya.

Anak kita akan malu mengakui bahwa ia dibully karena itu mengesankan ia lemah.

Anak menganggap harga dirinya bisa rusak jika mengakui hal ini.

Jadi, ia berusaha keras menutupi luka fisik dengan mengalihkan perhatian Anda atau terpaksa berbohong.

“Nggak apa-apa yah, jatuh dari sepeda tadi”

14. Menunjukkan Tanda-tanda Stres

Apabila bullying yang dialami sudah berlebihan, bukan tak mungkin anak akan mengalami stres atau depresi.

Awalnya memang terlihat ringan, seperti tak enak badan.

Hal ini ditunjukkan melalui, sakit perut, sering merasa pusing, mudah panik padahal tidak ada sebab yang mengganggu.

Selain itu, ia juga sulit tidur tiap malam hari serta merasa kelelahan.


Orangtua bijak Indonesia, 14 ciri-ciri anak terkena bullying di atas masih perlu dikonfirmasi lagi dengan anak sendiri, pihak sekolah atau sesama orangtua.

Hindari untuk membuat keputusan sepihak, apalagi memberikan hukuman kepada teman anak Anda.

Dampaknya justru akan lebih buruk, seperti anak semakin diasingkan di kelas.

Sekian informasi kali ini, semoga bermanfaat dan meningkatkan kewaspadaan kita terhadap lingkungan anak.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang Mengatasi Bullying di Sekolah.