Cara Mengatasi Anak yang Suka Menangis untuk Mendapatkan Sesuatu

Saya yakin, Anda pernah mengalami hal ini. Situasi dimana anak Anda sering menggunakan tangisannya sebagai SENJATA untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Padahal, menurut Anda apa yang dia inginkan itu bukanlah suatu hal yang baik untuknya.

Sebagai contoh, Anda mengajak anak jalan-jalan ke mall untuk belanja bulanan dan makanan. Tidak ada list untuk belanja mainan. Tapi, tidak sengaja anak Anda melihat toko mainan yang langsung menyerbunya.

Dia mulai memasang wajah memelas dan memohon. Meminta, membujuk dan merayu dengan wajah manisnya agar Anda mau membelikan mainan itu untuknya.

Tapi, Anda tidak sedang tidak ingin membelikannya karena di rumah sudah ada banyak mainan mirip seperti itu. Anda mengatakan apa yang seharusnya Anda katakan, tapi anak Anda tidak menerima hal itu.

Dia tidak paham bahwa ibunya perlu mengatur keuangan. Dia belum paham bahwa tidak semua keinginannya bisa tercapai. Yang dia paham adalah dia ingin dan dia harus memilikinya.

Akhirnya, anak Anda menangis sejadi-jadinya. Bahkan dia tidak mau pulang bersama Anda jika dia tidak mendapatkan mainan tersebut. Lalu, bagaimana cara mengatasi anak yang seperti ini?

Anda sudah berusaha membujuknya, tapi dia tidak mendengarkan Anda karena tangisannya yang makin kencang.

Sebenarnya..

Anak Anda menjadi seperti ini itu karena kebiasaan Anda di masa lalu yang mudah MENGIYAKAN ketika dia menangis.

Biasanya Anda pernah menuruti keinginannya sekali ketika dia menangis kencang. Kemudian, dia sadar bahwa orangtuaku akan mudah luluh ketika aku menangis. Akhirnya, tangisan terus dijadikan SENJATA nya.

Meski begitu, belum terlambat bagi Anda untuk menghentikan kebiasaan buruk anak Anda. Caranya bagaimana?

Di tahap awal, jelaskan bahwa Anda memang belum mampu memenuhinya disertai dengan alasan logis yang bisa dengan mudah dia terima. Misalnya, Anda belum ada uang cukup dan perlu menabung lebih dulu.

Di tahap kedua, jika ananda masih belum menerima hal itu dan tetap menangis, biarkan dia menangis. Kemudian ingatkan pada anak Anda bahwa Anda akan menunggu sampai dia berhenti. “Silakan menangis sampai kamu lega, ibu akan menunggu hingga tangisanmu selesai. Tapi, ibu tetap belum bisa membelikan mainan itu.”

Di tahap ketiga, memang agak sulit bagi orangtua yang tidak mau dirinya jadi pusat perhatian. Tapi, belajarlah untuk tetap konsisten. Coba tahan GENGSI Anda di hadapan umum. Meskipun anak menangis sejadi-jadinya, biarkan saja.

Tetaplah tenang dan memberikan ketenangan pada anak Anda. Bahwa Anda akan memberikan apa yang dia minta, tapi tidak sekarang.

Seperti itu saran dari saya mengenai cara mengatasi anak yang suka menjadikan tangisan sebagai senjatanya.

Untuk Anda, orangtua yang ingin berkonsultasi mengenai masalah anak-anak Anda silakan bisa mengirim pesan melalui WhatsApp di nomor 0816333903 atau klik chat WhatsApp otomatis di bawah ini.

>> Chat WhatsApp Otomatis <<