Apa Saja Tanda-tanda Pubertas pada Anak Perempuan?

pubertas pada anak perempuan

Sebelumnya, kita sudah membahas tanda pubertas pada anak laki-laki. 

Nah, pada halaman ini kita akan fokus mengenali tanda pubertas pada anak perempuan.

Kenapa orangtua perlu mengenali tanda-tanda pubertas ini?

Karena pubertas adalah masa yang penuh dengan gejolak.

Perubahan fisik yang mencolok dan peningkatan jumlah hormon yang membuat emosi anak labil, membutuhkan pendampingan orangtua.

Bukan sekedar pendampingan, melainkan pendampingan dengan ilmu yang tepat.

Sehingga, masa pubertas pada anak perempuan bisa dilewati dengan sehat dan aman.

Serta, mampu menyambut gerbang kedewasaan tanpa kendala apapun.

Jadi, perubahan fisik dan emosional apa saja yang dialami remaja putri kita?

Berikut adalah perubahan-perubahan pada masa pubertas perempuan;

1. Payudara mulai tumbuh

Usia pubertas anak perempuan pada umumnya dimulai sejak usia 8-14 tahun.

Rentang usia ini berbeda-beda tergantung faktor genetika, asupan gizi, lingkungan dan faktor sosial.

Masa pubertas pada wanita ditandai dengan tumbuhnya payudara.

Tanda tanda payudara anak mulai tumbuh adalah anak perempuan Anda akan melihat area di sekitar putingnya yang bernama aerola mulai berpigmen, berwarna gelap dan mengembang.

Pada awalnya, payudara yang mulai tumbuh terlihat seperti gundukan lembut di bawah aerola.

Gundukan ini akan terasa sakit jika ditekan.

Seiring berjalannya waktu, jaringan payudara akan mulai tumbuh signifikan dari dinding dada dan bentuk aerola serta puting semakin menonjol.

2. Tumbuh bulu halus di area-area tertentu

Anak perempuan Anda akan menyadari, pada bagian-bagian tertentu di tubuhnya mulai tumbuh bulu halus atau rambut tipis.

Area ini meliputi, lengan, tungkai, tangan, kaki, ketiak dan kemaluan.

Anda perlu memahami bahwa tidak semua remaja putri mengalami pertumbuhan rambut secara tebal.

Ada juga diantara mereka yang tidak banyak mengalami perubahan.

3. Percepatan pertumbuhan tinggi badan

Berbeda dengan remaja putra dimana tinggi tubuhnya bertumbuh agak terlambat.

Remaja putri Anda justru mengalami pertambahan tinggi badan yang lebih cepat dan terlihat jelas dalam waktu singkat.

Biasanya, puncak pertumbuhan tinggi badan anak perempuan terjadi sebelum mereka mengalami menstruasi.

Jadi, penting bagi orangtua untuk menyediakan makanan dengan asupan gizi lengkap yang mampu mengimbangi pertumbuhan tinggi badan anak.

Sehingga, mereka mampu tumbuh dengan sehat, bugar dan maksimal.

4. Pertambahan berat badan

Selanjutnya, tubuh anak perempuan Anda akan mulai membangun lemak.

Khususnya di dada, pinggul, bokong dan paha.

Selain itu, tubuh anak Anda mulai membesar, pada bagian lengan, tangan dan juga kaki.

Tapi, ukuran lengan, tangan dan kaki anak perempuan lebih kecil jika dibandingkan dengan laki-laki.

Berat badan mereka pun mulai bertambah.

Tubuh mereka tidak lagi merepresentasikan masa kanak-kanak.

Melainkan, menunjukkan bahwa kini gadis mungil Anda telah bertransformasi menjadi wanita dewasa.

5. Mengalami menarche

Menarche adalah menstruasi pertama yang dialami oleh remaja putri Anda.

Anak perempuan mengalami menarche rata-rata pada usia 12,5 tahun.

Namun, ada juga remaja yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia tersebut.

Salah satu penyebabnya adalah asupan gizi yang didapatkan anak-anak jaman sekarang jauh lebih baik ketimbang jaman dulu.

*Yang perlu orangtua ketahui

Menarche bukanlah tanda awal pubertas pada anak perempuan.

Jauh sebelum anak mengalami menstruasi untuk pertama kalinya, tanda-tanda pubertas itu sudah muncul.

Sekitar 18 bulan hingga 2 tahun setelah tanda awal pubertas muncul, barulah anak perempuan memasuki tahap menstruasi.

2 minggu sebelum menstruasi, anak-anak perempuan akan mengalami keputihan.

Vaginanya mengeluarkan cairan kental berwarna bening keputihan.

Cairan kental ini bisa menimbulkan bau yang tak sedap.

Selain itu, remaja Anda pun akan merasakan gatal pada vaginanya.

Bimbingan orangtua untuk anaknya sangat diperlukan pada masa ini.

Karena perubahan fisiologis pada vagina dan bau tak sedap bisa mengganggu kepercayaan diri mereka.

Setelah memasuki usia 15 tahun, remaja putri akan mengalami menstruasi dan ovulasi secara teratur.

6. Mulai tumbuh jerawat

Jerawat mulai bermunculan pada tubuh anak dikarenakan kadar hormon yang tinggi.

Jerawat ini tidak hanya muncul pada bagian wajah saja.

Tapi, ia juga bisa menjangkiti punggung dan lengan.

Kelenjar minyak yang lebih aktif pada masa pubertas membuat kulit anak rentan terhadap jerawat.

Jika jerawat yang muncul hanya sesekali dan berupa 1 atau 2 bintik, Anda tidak perlu khawatir.

Namun, ada anak perempuan dimana pertumbuhan jerawatnya cukup parah.

Ajaklah anak Anda ke dokter kulit agar mendapat penanganan khusus.

Karena hal ini akan mengganggu penampilan anak dan membuatnya tidak percaya diri.

7. Bau badan ‘khas’ orang dewasa

Perubahan hormon yang besar mempengaruhi kelenjar keringat dan membuat anak perempuan Anda berkeringat lebih.

Berbeda dengan keringatnya di masa kanak-kanak yang tidak menjadi masalah bagi Anda.

Sekarang, keringatnya tak lagi menggemaskan.

Melainkan, menyebarkan aroma ‘khas’ orang dewasa.

Agar tak mengganggu kepercayaan dirinya, Anda bisa menyiapkan deodoran dan memintanya menjaga kebersihan tubuh.

8. Perubahan bentuk wajah

Berbeda dengan wajah remaja putra yang semakin dewasa menjadi semakin oval dan terlihat tegas.

Wajah remaja putri Anda justru menjadi lebih bulat.

Namun, perubahan ini mungkin tidak akan terlalu ketara.

Apalagi jika Anda melihat wajahnya setiap hari.

9. Kulit semakin halus

Kulit remaja putri Anda menjadi semakin halus, lembut dan vaskular menebal.

Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang meningkat.

Hormon estrogen ini juga disebut dengan hormon seks pada wanita.

10. Suara menjadi lebih lembut

Suara anak laki-laki yang memasuki usia pubertas menjadi pecah hingga akhirnya membesar.

Sedangkan, suara anak perempuan di usia pubertas menjadi semakin halus dan lembut.

Jauh berbeda saat mereka masih kanak-kanak dimana suaranya cenderung ‘cempreng’.

11. Menunjukkan emosi yang labil

Hormon anak perempuan sedang berada di puncak saat mereka menginjak masa pubertas.

Inilah penyebab anak sulit mengontrol emosinya.

Pada detik tertentu, ia sedang berada dalam mood yang baik dan tenang.

Beberapa detik kemudian, emosinya bisa menjadi rusak.

12. Semangat yang up and down

Jarang ada orangtua yang memperhatikan kondisi emosional anak pada masa pubertas.

Kita cenderung fokus pada PR, nilai ulangan dan prestasi mereka di sekolah.

Padahal, jika orangtua mendampingi anak dengan tepat pada masa pubertas, khususnya saat emosinya sedang labil, maka prestasi anak bisa ikut membaik.

Pada masa ini, remaja putri menjadi mudah bersemangat untuk hal-hal kecil.

Seperti, sekadar berkumpul dengan teman-temannya.

Tapi, jika anak mengalami masalah sekalipun sepele, hal ini bisa membuatnya tertekan dan depresi.

13. Mulai tertarik dengan lawan jenis

Dulu sewaktu masih kanak-kanak, mereka mungkin sering bercanda tentang pacar.

Namun, dulu mereka tidak benar-benar memahami makna pacar yang sesungguhnya.

Di masa pubertas, ia akan mulai tertarik dengan istilah pacaran.

Karena ia mulai terpesona pada laki-laki seusianya.

Inilah salah satu perubahan emosional yang penting dalam masa pubertas.

Anda perlu tahu hal-hal apa yang bisa Anda lakukan saat remaja putri mulai menunjukkan tanda-tanda ‘suka’.

Anda harus memberikan pemahaman bahwa dalam Islam tidak mengajarkan pacaran.

Anda harus memberi tahunya tentang adab menjaga pandangan dan kemaluan.

Bagaimana Anda bisa mengajarkan semua itu pada remaja putri Anda?

Terus scroll ke bawah halaman ini, karena kami akan membawa Anda pada halaman yang menjawab 3 pertanyaan tersebut.

14. Tidak ingin dekat-dekat orangtuanya

Percayalah, ini bukan karena mereka malu atau risih dengan Anda.

Mereka hanya merasa sudah dewasa dan berhak atas dirinya sendiri.

Kontrol dan aturan dari orangtua akan membuatnya jengah, marah dan kesal.

Mereka akan merasa diikat dan dilindungi secara berlebihan.

Perasaan inilah yang menyebabkan remaja putri Anda malas dekat dengan orangtuanya.

15. Mudah gelisah dan takut

Masa pubertas pada anak perempuan juga diwarnai dengan rasa gelisah dan takut.

Mereka mudah merasa takut meskipun masalah yang dihadapinya cenderung sepele.

Nilai ulangan yang tak begitu dipusingkan saat masih SD, kini mulai menjadi perhatian besar saat mereka masuk SMP.

Penampilannya di depan kelas saat harus praktik berpidato pun menjadi hal yang sangat ia perhatikan.

Khususnya, saat teman laki-laki di kelas memperhatikannya.

16. Mulai memperhatikan penampilan

Merupakan hal baik saat anak perempuan Anda mulai memiliki kesadaran diri.

Terutama dalam hal penampilan.

Dulu sewaktu masih kanak-kanak, kitalah yang menyisir rambutnya, melaburkan bedak ke seluruh tubuhnya dan memastikan kerapiannya.

Sekarang, Anda tak perlu melakukan hal itu lagi.

Karena mereka mulai memperhatikan penampilannya sendiri.

Mulai dari rambut, wajah hingga mix and match dari pakaian yang dikenakan.


Pubertas pada anak perempuan harus diimbangi dengan bimbingan orangtua.

Bukan sekedar pendampingan secara fisik, Anda pun harus hadir secara emosional.

Gejolak emosi dan pergaulan yang semakin luas adalah celah paling mudah untuk menggoyahkan iman seorang remaja.

Ayo lanjutkan belajar tentang cara mendidik anak usia pubertas.